Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Organel Sel

Sel merupakan unit struktural, fungsional dan hereditas terkecil.  Aktivitas yang ada dalam sel terjadi dalam organel-organel yang mendukung fungsi-fungsi tertentu. Adapun fungsi dari bagian-bagian penyusun sel adalah sebagai berikut:
Dinding sel
Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan. Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata (Gambar 2.3), disebut noktah (titik).

Sel merupakan unit struktural, fungsional dan hereditas terkecil.  Aktivitas yang ada dalam sel terjadi dalam organel-organel yang mendukung fungsi-fungsi tertentu. Adapun fungsi dari bagian-bagian penyusun sel adalah sebagai berikut:
Dinding sel
Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain: bakteri, cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan. Kelompok makhluk hidup tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami penebalan dan memiliki plasmodesmata (Gambar 2.3), disebut noktah (titik).

Detail

Makalah siklus HAID

Makluk hidup memiliki ciri dan keunikan yang luar biasa. Salah satu
disntaranya adalah sebua siklus yang disebut siklus menstruasi. Siklus menstruasi
terjadi hanya pada manusia dan primata itupun hanya bagi betina saja. Darah akan
mengalir keluar dari rahim yang tidak dibuahi. Hal lain dari menstrusi ini adalah
waktu terjadinya dimana sebagian besar betina mengalaminya teratur setiap
bulannnya. Dalm kuliah kami mendapat tugas membuat makalah siklus haid tersebut, kami berniat berbagi ilmu dengan teman-teman jadi yang mau download silahkan KLIK DI SINI
Makluk hidup memiliki ciri dan keunikan yang luar biasa. Salah satu
disntaranya adalah sebua siklus yang disebut siklus menstruasi. Siklus menstruasi
terjadi hanya pada manusia dan primata itupun hanya bagi betina saja. Darah akan
mengalir keluar dari rahim yang tidak dibuahi. Hal lain dari menstrusi ini adalah
waktu terjadinya dimana sebagian besar betina mengalaminya teratur setiap
bulannnya. Dalm kuliah kami mendapat tugas membuat makalah siklus haid tersebut, kami berniat berbagi ilmu dengan teman-teman jadi yang mau download silahkan KLIK DI SINI
Detail

Laporan Lengkap Struktur Hewan

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap Praktikum Struktur Hewan dengan judul :
 Jaringan Epitel I
 Jaringan Epitel II
 Jaringan Ikat, Rawan dan Tulang
 Jaringan Otot
 Jaringan Saraf
 Sistem Integument
 Sistem Rangka
 Hafalan Rangka
Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima.
Makassar, Mei 2010
Koordinator Asisten,
Hermayanti S.Pd

Dokumentasi ini kami buat untuk mengamankan data laporn kami agar tidak hilang dan jika sekiranya ada diantara teman-teman yang ingin menggunakan, silahkan tapi hanya sekadar menjad referensi untuk itu kami buat dalambenyuk pdf. untuk mendownload silahkan klik Laporan lengkap struktur hewan. Terimakasih untuk tidak disalah gunakan.
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap Praktikum Struktur Hewan dengan judul :
 Jaringan Epitel I
 Jaringan Epitel II
 Jaringan Ikat, Rawan dan Tulang
 Jaringan Otot
 Jaringan Saraf
 Sistem Integument
 Sistem Rangka
 Hafalan Rangka
Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima.
Makassar, Mei 2010
Koordinator Asisten,
Hermayanti S.Pd

Dokumentasi ini kami buat untuk mengamankan data laporn kami agar tidak hilang dan jika sekiranya ada diantara teman-teman yang ingin menggunakan, silahkan tapi hanya sekadar menjad referensi untuk itu kami buat dalambenyuk pdf. untuk mendownload silahkan klik Laporan lengkap struktur hewan. Terimakasih untuk tidak disalah gunakan.
Detail

Laporan Lengkap Biologi Dasr

 LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul :
 Cara Menggunakan Mikroskop
 Percobaan Lazzaro Spallanzani
 Pengamatan Mikroskopis
 Anatomi Hewan Vertebrata
 Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim
 Respirasi
 Kebakaan
 Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme
Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima.
Makassar, Desember 2009
Koordinator Asisten,
Suhaedir Bachtiar,S.pd.

Dokumentasi ini kami buat untuk mengamankan data laporn kami agar tidak hilang dan jika sekiranya ada diantara teman-teman yang ingin menggunakan, silahkan tapi hanya sekadar menjad referensi untuk itu kami buat dalambenyuk pdf. untuk mendownload silahkan klik Laporan Lengkap Biologi dasar. Terimakasih untuk tidak disalah gunakan.
 LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul :
 Cara Menggunakan Mikroskop
 Percobaan Lazzaro Spallanzani
 Pengamatan Mikroskopis
 Anatomi Hewan Vertebrata
 Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim
 Respirasi
 Kebakaan
 Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme
Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima.
Makassar, Desember 2009
Koordinator Asisten,
Suhaedir Bachtiar,S.pd.

Dokumentasi ini kami buat untuk mengamankan data laporn kami agar tidak hilang dan jika sekiranya ada diantara teman-teman yang ingin menggunakan, silahkan tapi hanya sekadar menjad referensi untuk itu kami buat dalambenyuk pdf. untuk mendownload silahkan klik Laporan Lengkap Biologi dasar. Terimakasih untuk tidak disalah gunakan.
Detail

Download video janin

ada sebuah pengalaman yang saya yakin semua kita sudah pernah melewatinya namun jika disuruh menceritakan pengalaman itu saya lebih yakin kita tidak bisa menceritakannya,, perkembangan ilmu pengetahuan telah berhasil menyelinap ke rahim-rahim ibu untuk mengungkap rahasia itu, mau liat bagaimana prosesnya free download video janin klik disini
ada sebuah pengalaman yang saya yakin semua kita sudah pernah melewatinya namun jika disuruh menceritakan pengalaman itu saya lebih yakin kita tidak bisa menceritakannya,, perkembangan ilmu pengetahuan telah berhasil menyelinap ke rahim-rahim ibu untuk mengungkap rahasia itu, mau liat bagaimana prosesnya free download video janin klik disini
Detail

Artropoda

Masih tersisa ilmu tentang artropa bekas ulangan tadi (Just info untuk ujian tadi kami dibebas teskan Haha) Arthopoda adalah nama lain untuk hewan berbuku seperti udanf, belalang dansaudara sejenisnya
Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin; secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi, sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi; tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau nefridia.
Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.
Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.
Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki lima kelas, diantaranya yaitu : kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Crustacea, kelas Arachnida, dan kelas Insecta
Masih tersisa ilmu tentang artropa bekas ulangan tadi (Just info untuk ujian tadi kami dibebas teskan Haha) Arthopoda adalah nama lain untuk hewan berbuku seperti udanf, belalang dansaudara sejenisnya
Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin; secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi, sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi; tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau nefridia.
Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.
Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di Afrika Selatan.
Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki lima kelas, diantaranya yaitu : kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Crustacea, kelas Arachnida, dan kelas Insecta
Detail

Mikrobiologi

Disiplin bidang biologi semakin luas dan berkembang sehingga perlu diadakan pembagian yang lebih khusus lagi agar lebih mudah mempelajari mikroorganisme-mikroorganisme tertentu yang berkaitan dengan orientasinya. Mikroorganisma memegang peranan yang sangat besar dalam tahun-tahun terakhir ini sebagai system model (model system) dalam mempelajari proses-proses dasar biologis. Sebagai pengetahuan berkembang mikrobiologi dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa sub disiplin berdasarkan berbagai macam orientasi sebagai berikut:
1. Virologi: ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi virus.
2. Bakteriologi: Ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makhluk hidup termasuk bakteri.
3. Mikologi: Ilmu yang mempempelajari tentang struktur susunan dan klasifikasi maklhuk hidup termasuk jamur.
4. Fikologi atau algologi: Ilmu yang mempalajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makluk yang termasuk ganggang atau algae.
5. Protozoologi: Ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makhluk hidup termasuk protozoa.
Disiplin bidang biologi semakin luas dan berkembang sehingga perlu diadakan pembagian yang lebih khusus lagi agar lebih mudah mempelajari mikroorganisme-mikroorganisme tertentu yang berkaitan dengan orientasinya. Mikroorganisma memegang peranan yang sangat besar dalam tahun-tahun terakhir ini sebagai system model (model system) dalam mempelajari proses-proses dasar biologis. Sebagai pengetahuan berkembang mikrobiologi dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa sub disiplin berdasarkan berbagai macam orientasi sebagai berikut:
1. Virologi: ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi virus.
2. Bakteriologi: Ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makhluk hidup termasuk bakteri.
3. Mikologi: Ilmu yang mempempelajari tentang struktur susunan dan klasifikasi maklhuk hidup termasuk jamur.
4. Fikologi atau algologi: Ilmu yang mempalajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makluk yang termasuk ganggang atau algae.
5. Protozoologi: Ilmu yang mempelajari tentang struktur, susunan dan klasifikasi makhluk hidup termasuk protozoa.
Detail

Telinga (antara pendengaran dan keseimbangan)

Telinga manusia sangat unik,, dikalangan awaw telinga hanya sbgai alat pendengaran, namun dibalik itu ttelinga memiliki fungsi lain yaitu sebagai alat keseimbangan. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu
Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga luar sampai membrane tympani. Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen ( minyak telinga ). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.
Pada ujung dalam meatus akustikus eksternus terbentang membrane tympani. Dia diliputi oleh lapisan luar epidermis yang tipis dan pada permukaan dalamnya diliputi oleh epitel selapis kubus. Antara dua epitel yang melapisi terdapat jaringan ikat kuat yang terdiri atas serabut-serabut kolagen dan elastin serta fibroblast. Pada kuadran depan atas membran atas tympani tidak mengandung serabut dan lemas, membentuk membran shrapnell.
Telinga Tengah (kavum tympanikus)
Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil), inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan melalui persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani, sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Selanjutnya, inkus bersendian dengan stapes. Stapes berhubungan dengan membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule). Di bawah fenesta ovalis terdapat tingkap bundar atau fenesta kokhlea, yang tertutup oleh membran yang disebut membran tympani sekunder.
Telinga tengah dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang terletak pada lamina propria yang tipis yang melekat erat pada periosteum yang berdekatan. Dalam telinga tengah terdapat dua otot kecil yang melekat pada maleus dan stapes yang mempunyai fungsi konduksi suara . maleus, inkus, dan stapes diliputi oleh epitel selapis gepeng.
Telinga tengah berhubungan dengan rongga faring melalui saluran eustachius (tuba auditiva), yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan antara kedua sisi membrane tympani. Tuba auditiva akan membuka ketika mulut menganga atau ketika menelan makanan. Ketika terjadi suara yang sangat keras, membuka mulut merupakan usaha yang baik untuk mencegah pecahnya membran tympani. Karena ketika mulut terbuka, tuba auditiva membuka dan udara akan masuk melalui tuba auditiva ke telinga tengah, sehingga menghasilkan tekanan yang sama antara permukaan dalam dan permukaan luar membran tympani.
Telinga Dalam (labirin)
Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe. Rongga yang terisi perilimfe ini merupakan terusan dari rongga subarachnoid selaput otak, sehingga susunanz peri limfe mirip dengan cairan serebrospinal. Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat.
Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran).
Vestibula merupakan rongga di tengah labirin, terletak di belakang kokhlea dan di depan kanalis semisirkularis. Vestibula berhubungan dengan telinga tengah melalui fenesta ovalis (fenestra vestibule). Vestibule bagian membran terdiri dari dua kantung kecil, yaitu sakulus dan utikulus. Pada sakulus dan utikulus terdapat dua struktur khusus yang disebut makula akustika, sebagai indra keseimbangan statis (orientasi tubuh terhadap tarikan gravitasi). Sel-sel reseptor dalam organ tersebut berupa sel-sel rambut, yang didampingi oleh sel-sel penunjang. Bagian atas sel tersebut tertutup oleh membran yang mengandung butir-butiran kecil kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolit. Perubahan posisi kepala yang menimbulkan tarikan gravitasi, menyebabkan akan menyampaikan impuls saraf ke cabang vestibular dari saraf vestibulokokhlear yang terdapat pada bagian dasar sel-sel tersebut, yang akan meneruskan impuls saraf tersebut ke pusat keseimbangan di otak.
Kanalis semisiskularis merupakan 3 saluran bertulang yang terletak di atas belakang vestibula. Salah satu ujung dari masing-masing saluran tersebut menggembung, disebut ampula. Masing-masing ampula berhubungan dengan utrikulus. Pada ampula terdapat Krista akustika, sehingga organ indra keseimbangan dinamis (untuk mempertahankan posisi tubuh dalam melakukan respon terhadap gerakan). Seperti pada vestibula sel-sel reseptor dalam krista akustika juga berupa sel-sel rambut yang didampingi oleh sel-sel penunjang, tetapi di sini tidak terdapat otolit. Sel-sel reseptor disini distimulasi oleh gerakan endolimfe. Ketika kepala bergerak akibat terjadinya perputaran tubuh, endolimfe akan mengalir di atas sel-sel rambut. Sel-sel rambut menerima ransangan tersebut dan mengubahnya menjadi impuls saraf. Sebagai responnya, otot-otot berkonsraksi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada posisi yang baru.
Kokhlea membentuk bagian anterior labirin, terletak di depan vestibula. Berbentuk seperti rumah siput, berupa saluran berbentuk spiral yang terdiri dari 2 ¾ lilitan, mengelilingi bentukan kerucut yang disebut mediolus. Penampang melintang kokhlea menunjukkan bahwa kokhlea terdiri dari tiga saluran yang berisi cairan. Tiga saluran tersebut adalah:
* Saluran vestibular (skala vestibular): di sebelah atas mengandung perilimfe, berakhir pada tingkap jorong.
* Saluran tympani (skala tympani): di sebelah bawah mengandung perilimfe berakhir pada tingkap bulat.
* Saluran kokhlear (skala media): terletak di antara skala vestibular dan skala tympani, mengandung endolimfe.
Skala media dipisahkan dengan skala vestibular oleh membran vestibularis (membran reissner), dan dipisahkan dangan skala tympani oleh membran basilaris.
Pada membran basilaris inilah terdapat indra pendengar, yaitu organ corti. Sel reseptor bunyi pada organ ini berupa sel rambut yang didimpingi oleh sel penunjang. Akson-akson dari sel-sel rambut menyusun diri membentuk cabang kokhlear dari saraf vestibulokokhlear (saraf kranial ke VIII) yang menghantarkan impuls saraf ke pusat pendengaran/ keseimbangan di otak.
Getaran suara dapat sampai pada organ corti melalui lintasan sebagai berikut: Getaran suara memasuki liang telinga ® Menekan membran tympani ® melintas melalui tulang-tulang pendengaran ® Menekan tingkap jorong ® Menimbulkan gelombang pada jaringan perilimfe ® Menekan membran vestibularis dan skala basilaris ® merangsang sel-sel rambut pada organ corti. Di sinilah mulai terjadi pembentukan impuls saraf.
Telinga manusia sangat unik,, dikalangan awaw telinga hanya sbgai alat pendengaran, namun dibalik itu ttelinga memiliki fungsi lain yaitu sebagai alat keseimbangan. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu
Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus terbentang dari telinga luar sampai membrane tympani. Meatus akustikus eksternus tampak sebagai saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas meatus disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa, yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen ( minyak telinga ). Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.
Pada ujung dalam meatus akustikus eksternus terbentang membrane tympani. Dia diliputi oleh lapisan luar epidermis yang tipis dan pada permukaan dalamnya diliputi oleh epitel selapis kubus. Antara dua epitel yang melapisi terdapat jaringan ikat kuat yang terdiri atas serabut-serabut kolagen dan elastin serta fibroblast. Pada kuadran depan atas membran atas tympani tidak mengandung serabut dan lemas, membentuk membran shrapnell.
Telinga Tengah (kavum tympanikus)
Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil), inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan melalui persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani, sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Selanjutnya, inkus bersendian dengan stapes. Stapes berhubungan dengan membran pemisah antara telinga tengah dan telinga dalam, yang disebut fenestra ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule). Di bawah fenesta ovalis terdapat tingkap bundar atau fenesta kokhlea, yang tertutup oleh membran yang disebut membran tympani sekunder.
Telinga tengah dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang terletak pada lamina propria yang tipis yang melekat erat pada periosteum yang berdekatan. Dalam telinga tengah terdapat dua otot kecil yang melekat pada maleus dan stapes yang mempunyai fungsi konduksi suara . maleus, inkus, dan stapes diliputi oleh epitel selapis gepeng.
Telinga tengah berhubungan dengan rongga faring melalui saluran eustachius (tuba auditiva), yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan antara kedua sisi membrane tympani. Tuba auditiva akan membuka ketika mulut menganga atau ketika menelan makanan. Ketika terjadi suara yang sangat keras, membuka mulut merupakan usaha yang baik untuk mencegah pecahnya membran tympani. Karena ketika mulut terbuka, tuba auditiva membuka dan udara akan masuk melalui tuba auditiva ke telinga tengah, sehingga menghasilkan tekanan yang sama antara permukaan dalam dan permukaan luar membran tympani.
Telinga Dalam (labirin)
Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe. Rongga yang terisi perilimfe ini merupakan terusan dari rongga subarachnoid selaput otak, sehingga susunanz peri limfe mirip dengan cairan serebrospinal. Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh jaringan-jaringan ikat.
Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran).
Vestibula merupakan rongga di tengah labirin, terletak di belakang kokhlea dan di depan kanalis semisirkularis. Vestibula berhubungan dengan telinga tengah melalui fenesta ovalis (fenestra vestibule). Vestibule bagian membran terdiri dari dua kantung kecil, yaitu sakulus dan utikulus. Pada sakulus dan utikulus terdapat dua struktur khusus yang disebut makula akustika, sebagai indra keseimbangan statis (orientasi tubuh terhadap tarikan gravitasi). Sel-sel reseptor dalam organ tersebut berupa sel-sel rambut, yang didampingi oleh sel-sel penunjang. Bagian atas sel tersebut tertutup oleh membran yang mengandung butir-butiran kecil kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolit. Perubahan posisi kepala yang menimbulkan tarikan gravitasi, menyebabkan akan menyampaikan impuls saraf ke cabang vestibular dari saraf vestibulokokhlear yang terdapat pada bagian dasar sel-sel tersebut, yang akan meneruskan impuls saraf tersebut ke pusat keseimbangan di otak.
Kanalis semisiskularis merupakan 3 saluran bertulang yang terletak di atas belakang vestibula. Salah satu ujung dari masing-masing saluran tersebut menggembung, disebut ampula. Masing-masing ampula berhubungan dengan utrikulus. Pada ampula terdapat Krista akustika, sehingga organ indra keseimbangan dinamis (untuk mempertahankan posisi tubuh dalam melakukan respon terhadap gerakan). Seperti pada vestibula sel-sel reseptor dalam krista akustika juga berupa sel-sel rambut yang didampingi oleh sel-sel penunjang, tetapi di sini tidak terdapat otolit. Sel-sel reseptor disini distimulasi oleh gerakan endolimfe. Ketika kepala bergerak akibat terjadinya perputaran tubuh, endolimfe akan mengalir di atas sel-sel rambut. Sel-sel rambut menerima ransangan tersebut dan mengubahnya menjadi impuls saraf. Sebagai responnya, otot-otot berkonsraksi untuk mempertahankan keseimbangan tubuh pada posisi yang baru.
Kokhlea membentuk bagian anterior labirin, terletak di depan vestibula. Berbentuk seperti rumah siput, berupa saluran berbentuk spiral yang terdiri dari 2 ¾ lilitan, mengelilingi bentukan kerucut yang disebut mediolus. Penampang melintang kokhlea menunjukkan bahwa kokhlea terdiri dari tiga saluran yang berisi cairan. Tiga saluran tersebut adalah:
* Saluran vestibular (skala vestibular): di sebelah atas mengandung perilimfe, berakhir pada tingkap jorong.
* Saluran tympani (skala tympani): di sebelah bawah mengandung perilimfe berakhir pada tingkap bulat.
* Saluran kokhlear (skala media): terletak di antara skala vestibular dan skala tympani, mengandung endolimfe.
Skala media dipisahkan dengan skala vestibular oleh membran vestibularis (membran reissner), dan dipisahkan dangan skala tympani oleh membran basilaris.
Pada membran basilaris inilah terdapat indra pendengar, yaitu organ corti. Sel reseptor bunyi pada organ ini berupa sel rambut yang didimpingi oleh sel penunjang. Akson-akson dari sel-sel rambut menyusun diri membentuk cabang kokhlear dari saraf vestibulokokhlear (saraf kranial ke VIII) yang menghantarkan impuls saraf ke pusat pendengaran/ keseimbangan di otak.
Getaran suara dapat sampai pada organ corti melalui lintasan sebagai berikut: Getaran suara memasuki liang telinga ® Menekan membran tympani ® melintas melalui tulang-tulang pendengaran ® Menekan tingkap jorong ® Menimbulkan gelombang pada jaringan perilimfe ® Menekan membran vestibularis dan skala basilaris ® merangsang sel-sel rambut pada organ corti. Di sinilah mulai terjadi pembentukan impuls saraf.
Detail

jaringan otot

Jaringan otot adalah jaringan kontraktil yang tersusun atas atas tiga jenis otot yang berbeda: otot rangka (skeletal) atau otot lurik yang (striated) yang menghasilkan gerak sadar; otot polos (smooth) yang mempengaruhi hampir semua gerakan tak sadar, misalnya peristaltis dan saluran pencernaan; dan otot jantung (cardiac) yang membentuk otot jantung (fried, 2007).
Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot, yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh implus saraf. Tersusun dalam susunan parallel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan myosin. Oto adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif (Campbell, 2000).
Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Oleh karena itu bentuk selnya memanjang. Berbeda dengan jaringan dasar yang lain, jaringan otot merupakan kategori ke-3 dari jaringan dasar terdiri atas susunan sel-sel yang panjag tanpa komponen lain (Subowo, 2002).
Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut myofibril. Adanya myofibril menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Pada penampang melintang otot lurik, tampak tersusun sebagai pita-pita sejajar, inti banyak dan terlatak pada bagian perifer dibawah sarkolema. Myofibril otot lurik mengandung keping gelap dan terang secara bergantian yang tampak seperti garis-garis gelap dan terang. Diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar yang disebut endomisium (Adnan, 2010).
Nama lain otot lurik adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras (Anonimb, 2010).
Massa sebuah otot rangka tersusun dalam berkas-berkas teratur yang dikelilingi oleh suatu sarung eksternal jaringan. Penyambung pada yang disebut epimisium. Dari epimisium terbentuk septum tipis jaringan penyambung yang berjalan kedalam dan mengelilingi berkas-berkas serabut didalam suatu otot. Septum tersebut dinamkan perimisium. Berkas serabut yang dibungkus oleh perimisium disebut fasikulus. Setiap serabut otot dikelilingi oleh suatu lapisan jaringan penyambung lonngar (Adnan, 2010).
Otot polos (smooth muscle), dinamai demikian karena otot ini yidak memilki penampang berlurik, ditemukan dalam dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal lainnya. Sel-sel itu berbentuk gelendon. Otot polos berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam waktu yang lebih lama. Dikontrol oleh jaringan saraf yang berbeda dari saraf yang mengontrol oto rangka, otot polos bertanggung jawab atas aktivitas tubuh tidak sadar , seperti gerakan lambung atau penyempitan arteri (Campbell, 2000).
Sitoplasma yang untuk sel otot disebut sarkoplasma mengandung sepasang sentriole. Pada sediaan biasa, misalnya dengan pewarnaan H.E. dalam seitoplasma sel otot polos tidak tampak adanya struktur filamen yang merupakan komponen penting untuk kontraksi. Oleh karena itu sel jenis ini dinamakan otot polos. Pada sediaan yang dipersiapkan dengan asam trikhlor asetat, kadang-kadang dapat terlihat benang-benang halus yang dinamakan myofibril. Beberapa  myofibril tersebut berjalan sejajar memanjangsumbu selnya. Dengan mikroskop cahaya biasa myofibril tersebut tampak homogeny tetapi dengan mikroskop polarisasi ternyata bersifat membias kembar. Dalam sitoplasma terdapat butir-butir glikogen yang penting sebagai sumber energy. Seperti halnya sel-sel lainnya, sel ototpun diselubungi oleh membrane plsma yang dinamakan sarkolema (subawo, 2002).
Cardiac muscle is unique in that it shows some features of skeletal muscle and some features of smooth muscle.Otot jantung adalah unik karena menunjukkan beberapa fitur dari otot rangka dan beberapa fitur dari otot polos. As the name implies, cardiac muscle is the muscle that makes up the wall of the heart. Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Cardiac muscle is similar to skeletal muscle in that it is striated and multinucleate, and similar to smooth muscle in that the nuclei are centrally located and many cells are required to span the length of the muscle. Otot jantung mirip dengan otot rangka dalam bahwa lurik dan multinucleate, dan mirip dengan otot polos dalam inti atom adalah pusat terletak dan banyak sel diperlukan untuk rentang panjang otot. It differs from both skeletal muscle and smooth muscle in that its cells branch and are joined to one another via intercalated discs. Ini berbeda dari kedua otot rangka dan otot polos dalam bahwa cabang sel-sel dan bergabung satu sama lain melalui interkalat cakram. Intercalated discs allow communication between the cells such that there is a sequential contraction of the cells from the bottom of the ventricle to the top, facilitating maximal ejection of blood from the ventricle during contraction. Interkalat disc memungkinkan komunikasi antara sel-sel sehingga ada kontraksi berurutan dari sel-sel dari dasar ventrikel ke atas, memfasilitasi maksimal ejeksi darah dari ventrikel selama kontraksi. This occurs with out nervous innervation to each cell or group of cells. Hal ini terjadi dengan keluar gugup persarafan untuk setiap sel atau kelompok sel. Cardiac muscle also differs from the other two muscle types in that contraction can occur even without an initial nervous input . Otot jantung juga berbeda dari yang lain dalam dua jenis otot yang kontraksi dapat terjadi bahkan tanpa gugup awal masukan. The cells that produce the stimulation for contraction without nervous input are called the pacemaker cells. Sel-sel yang menghasilkan rangsangan untuk kontraksi tanpa gugup masukan yang disebut sel-sel alat pacu jantung (Anonima, 2010).
Menurut Subowo (2002), otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris-garis melintang seperti halnya kerangka. Namun demikian antara kedua jenis serabut otot tersebut terdapat perbedaan:
1.      Serabut otot jantung tidak merupaklan sisnsitium, melainkan merupakan rangkaian sel-sel tunggal yang berderet-deret ujung ketemu ujung dengan perantara suatu suatu bangunan yang dinamakan: discus intercalaris
2.      Sel otot jantung tidak berbentuk silindris biasa, melainkan bercabang-cabang sehingga memberikan kesan  adanya nyaman 3 dimensional.
3.      Inti sel otot jantung tidak terletak dibawah sarkolema melainkan ditengah sel.
4.      Kontraksi otot jantung diluar pengaruh kehendak kita.
Jaringan otot adalah jaringan kontraktil yang tersusun atas atas tiga jenis otot yang berbeda: otot rangka (skeletal) atau otot lurik yang (striated) yang menghasilkan gerak sadar; otot polos (smooth) yang mempengaruhi hampir semua gerakan tak sadar, misalnya peristaltis dan saluran pencernaan; dan otot jantung (cardiac) yang membentuk otot jantung (fried, 2007).
Jaringan otot (muscle tissue) terdiri atas sel-sel yang disebut serabut otot, yang mampu berkontraksi ketika dirangsang oleh implus saraf. Tersusun dalam susunan parallel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan myosin. Oto adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif (Campbell, 2000).
Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Oleh karena itu bentuk selnya memanjang. Berbeda dengan jaringan dasar yang lain, jaringan otot merupakan kategori ke-3 dari jaringan dasar terdiri atas susunan sel-sel yang panjag tanpa komponen lain (Subowo, 2002).
Serabut otot memiliki elemen kontraktil yang disebut myofibril. Adanya myofibril menyebabkan serabut otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi. Ada tiga jenis jaringan otot yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Pada penampang melintang otot lurik, tampak tersusun sebagai pita-pita sejajar, inti banyak dan terlatak pada bagian perifer dibawah sarkolema. Myofibril otot lurik mengandung keping gelap dan terang secara bergantian yang tampak seperti garis-garis gelap dan terang. Diantara serabut otot terdapat jaringan ikat longgar yang disebut endomisium (Adnan, 2010).
Nama lain otot lurik adalah jaringan otot kerangka karena sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksinya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar. Dinamakan otot lurik karena bila dilihat di bawah mikroskop tampak adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot. Oleh sebab itu nama lain dari otot lurik adalah otot bergaris melintang. Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan, berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras (Anonimb, 2010).
Massa sebuah otot rangka tersusun dalam berkas-berkas teratur yang dikelilingi oleh suatu sarung eksternal jaringan. Penyambung pada yang disebut epimisium. Dari epimisium terbentuk septum tipis jaringan penyambung yang berjalan kedalam dan mengelilingi berkas-berkas serabut didalam suatu otot. Septum tersebut dinamkan perimisium. Berkas serabut yang dibungkus oleh perimisium disebut fasikulus. Setiap serabut otot dikelilingi oleh suatu lapisan jaringan penyambung lonngar (Adnan, 2010).
Otot polos (smooth muscle), dinamai demikian karena otot ini yidak memilki penampang berlurik, ditemukan dalam dinding saluran pencernaan, kandung kemih, arteri, dan organ internal lainnya. Sel-sel itu berbentuk gelendon. Otot polos berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka, tetapi dapat berkontraksi dalam waktu yang lebih lama. Dikontrol oleh jaringan saraf yang berbeda dari saraf yang mengontrol oto rangka, otot polos bertanggung jawab atas aktivitas tubuh tidak sadar , seperti gerakan lambung atau penyempitan arteri (Campbell, 2000).
Sitoplasma yang untuk sel otot disebut sarkoplasma mengandung sepasang sentriole. Pada sediaan biasa, misalnya dengan pewarnaan H.E. dalam seitoplasma sel otot polos tidak tampak adanya struktur filamen yang merupakan komponen penting untuk kontraksi. Oleh karena itu sel jenis ini dinamakan otot polos. Pada sediaan yang dipersiapkan dengan asam trikhlor asetat, kadang-kadang dapat terlihat benang-benang halus yang dinamakan myofibril. Beberapa  myofibril tersebut berjalan sejajar memanjangsumbu selnya. Dengan mikroskop cahaya biasa myofibril tersebut tampak homogeny tetapi dengan mikroskop polarisasi ternyata bersifat membias kembar. Dalam sitoplasma terdapat butir-butir glikogen yang penting sebagai sumber energy. Seperti halnya sel-sel lainnya, sel ototpun diselubungi oleh membrane plsma yang dinamakan sarkolema (subawo, 2002).
Cardiac muscle is unique in that it shows some features of skeletal muscle and some features of smooth muscle.Otot jantung adalah unik karena menunjukkan beberapa fitur dari otot rangka dan beberapa fitur dari otot polos. As the name implies, cardiac muscle is the muscle that makes up the wall of the heart. Sesuai namanya, otot jantung adalah otot yang membentuk dinding jantung. Cardiac muscle is similar to skeletal muscle in that it is striated and multinucleate, and similar to smooth muscle in that the nuclei are centrally located and many cells are required to span the length of the muscle. Otot jantung mirip dengan otot rangka dalam bahwa lurik dan multinucleate, dan mirip dengan otot polos dalam inti atom adalah pusat terletak dan banyak sel diperlukan untuk rentang panjang otot. It differs from both skeletal muscle and smooth muscle in that its cells branch and are joined to one another via intercalated discs. Ini berbeda dari kedua otot rangka dan otot polos dalam bahwa cabang sel-sel dan bergabung satu sama lain melalui interkalat cakram. Intercalated discs allow communication between the cells such that there is a sequential contraction of the cells from the bottom of the ventricle to the top, facilitating maximal ejection of blood from the ventricle during contraction. Interkalat disc memungkinkan komunikasi antara sel-sel sehingga ada kontraksi berurutan dari sel-sel dari dasar ventrikel ke atas, memfasilitasi maksimal ejeksi darah dari ventrikel selama kontraksi. This occurs with out nervous innervation to each cell or group of cells. Hal ini terjadi dengan keluar gugup persarafan untuk setiap sel atau kelompok sel. Cardiac muscle also differs from the other two muscle types in that contraction can occur even without an initial nervous input . Otot jantung juga berbeda dari yang lain dalam dua jenis otot yang kontraksi dapat terjadi bahkan tanpa gugup awal masukan. The cells that produce the stimulation for contraction without nervous input are called the pacemaker cells. Sel-sel yang menghasilkan rangsangan untuk kontraksi tanpa gugup masukan yang disebut sel-sel alat pacu jantung (Anonima, 2010).
Menurut Subowo (2002), otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris-garis melintang seperti halnya kerangka. Namun demikian antara kedua jenis serabut otot tersebut terdapat perbedaan:
1.      Serabut otot jantung tidak merupaklan sisnsitium, melainkan merupakan rangkaian sel-sel tunggal yang berderet-deret ujung ketemu ujung dengan perantara suatu suatu bangunan yang dinamakan: discus intercalaris
2.      Sel otot jantung tidak berbentuk silindris biasa, melainkan bercabang-cabang sehingga memberikan kesan  adanya nyaman 3 dimensional.
3.      Inti sel otot jantung tidak terletak dibawah sarkolema melainkan ditengah sel.
4.      Kontraksi otot jantung diluar pengaruh kehendak kita.
Detail

jaringan ikat rawan dan tulang

Jaringan ikat terdapat dalam berbagai bentuk, tetapi dicirikan oleh matriks ekstraseluler tempat sel-selnya berada. Misalnya saja, tulang terutama terdiri atas sebuah matriks ekstraseluler, dengan sel-sel tulang yang relatif. Sedikit berada dalam lakuna (ruang kosong) dalm mtriks yang padat. Bentuk-bentuk jaringan ikat yang lain adalah darah, kartilago atau tulang rawan (zat penyokong yang keras namun fleksibel yang menyusun, misalnya saja telinga), dan berbagi jenis serat penyokong yang member kekuatan dan, terkadang, elastisitas bagi tubuh dan kerap kali menghubungkan satu jaringan dengn jringan yng lain (misalnya saja tendon yang melekatkan otot ketulang) (Fried, 2007). Jaringan ikat atau jaringan penyambung bertanggung jawab untuk memberikan dan mempertahankan bentuk tubuh. Karena mempunyai suatu fungi mekanis. Mereka terdiri dari suatumatriks yang berfungsi menghubungkan fan mengikat sel dan organ dan pada akhirnya memberikan sokongan kepada tubuh. Berbeda dengan jaringan lain (epitel, saraf dan otot). Jaringan penyambung terutama berfungsi melalui komponen ekstra selulernya (Adnan, 2010). Menurut Anonima (2010) berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua: a. Jaringan ikat longgar Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf. Fungsinya untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf. b. Jaringan ikat padat Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon. Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot. Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang. Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh. Jaringan ikat selain neugelia hanya berasl dari mesoderm. Berbeda dengan jaringan epitel, dimana jaringan matriks ekstra selulernya sedikit. Pada jringan ikat, kecuali jaringan lemak ditandai dengan banyakny matriks ekstra sel melebihi sel-selnya. Matriks ekstra sel bervariasi, baik mengenai susunannya maupun sifat-sifat fisiknya. Adanya fariasi ini menjdi sebab terdapatnya perbedaan konsentrsi yang besar diantara bermacam-macam jaringan ikat. Pada darah matriksnya dalam bentuk cair, pada jaringan ikat jarng berupa sol, pada tulang rawan berupa gel keras dan pada tulang, padat dan bermineral (Adnan, 2010). Jaringan ikat yang paling banyak terdapat dalam tubuh vertebrata adalah jaringan ikat longgar (loose connective tissue). Jaringan ini mengikatkan epithelium dengan jaringan dibawahmyadan berfungsi sebagai bahan pengemas, yang menjaga agar organ tetap berada ditemptnya. Jenis jaringan ikat dinamai demikian karena serat-seratnyan tertenun lonngar. Jaringan ikat longgar memiliki ketiga jenis serat yang ada: berkolagen, serat elastic, dan retikuler (Campbel, 2000). Menurut Anonimb (2010) Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya dibagi menjadi: a. Jaringan ikat longgar Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin. Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya. b. Jaringan ikat padat Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang.Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligament. Dalam fungsinya untuk menahan berat cartilage dalam tulang tidak dapat membengkok, karena subtansi dasar yang mempunyai sifat fisikokimiawi khas yang mengndung serabut kolagen atau dengan serabut elastic. Karena serbut kolagen dan bersifat lentur, kekerasan dari kebanyakan cartilago tergantung pada proteoglikan yang molekul-molekulnya tampak berikatan lemah dengan serabut-serabut kolagen. Pada tempat-tempat yang membutuhkan unutk menopang beban dan menahan gaya tarikan, cartilogo mempunyai serabut kolagen melebihi serabut elastic, dan sebaliknya pada tempat-tempat yang membtuhkan sifat kelenturan jumlah serabut elastic melebihi serabut kolagen. Berbeda dengan jaringan pengikat lainnya, maka cartilago tidak memiliki pembuluh darah hanya melewati dalam perjalnanya ketempat lain. Dengn demikian untuk kepentingan nutrisinya, sifat koloidal dari subtansi dasarnya memegang peran sangat penting (Subowo, 2002). Jaringan adipose (adipose tissue) adalah bentuk khusus dari jaringan ikat longgar yang menyimpan lemak dalam sel-sel adipose yang tersebar diseluruh matriksnya. Jaringan adipose melapisi dan menginsulasi tubuh, serta menyimpan molekul-molekul bahan bakar. Setiap sel adipose mengandung suatu butiran lemak besar yang membengkak ketika lemak disimpan dan akan mengerut ketika tubuh menggunakan lemak itu sebagai bahan bakar. Factor keturunan, olahraga dan jumlah lemak yang kita makan dapat mempengaruhi jumlah lemak yang tersimpan dalam sel adipose kita. Terdapat juga beberapa bukti bahwa jumlah lemak yang kita simpan ketika kita masih bayi turut menentukan jumlah sel-sel lemak dalam jaringan ikat kita. Metabolism lemak sangat kompleks (Campbel, 2000). Tulang rawan berasal dari sel-sel mesenkim. Erubahn pertama yang dapat diamti adalah sel-sel mesenkim menjadi bulat dengan cara menarik juluran sitoplasmanya dan dengan cepat berfloriferasi membentuk kumpulan sel-sel yang rapat. Sel-sel yang didapat dari hasi diferensiasi langsung sel-sel mesenkim ini disebut kondroblas. Mempunyai sitoplasma basofilik yang banyk mengandung ribosom. Sintesis dan pengumpulan matriks menyebabkan kondroblas terpisah satu sama lian. Diferensiasi tulamg rawan terjadi dari bagian tengah keluar. Oleh sebab itu sel-sel yang terdapat ditengah memiliki cirri-ciri kondrosit, sedangkan bagian tepi merupakan kondroblas yang khas (Adnan, 2010). Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka (Anonima 2010).
Jaringan ikat terdapat dalam berbagai bentuk, tetapi dicirikan oleh matriks ekstraseluler tempat sel-selnya berada. Misalnya saja, tulang terutama terdiri atas sebuah matriks ekstraseluler, dengan sel-sel tulang yang relatif. Sedikit berada dalam lakuna (ruang kosong) dalm mtriks yang padat. Bentuk-bentuk jaringan ikat yang lain adalah darah, kartilago atau tulang rawan (zat penyokong yang keras namun fleksibel yang menyusun, misalnya saja telinga), dan berbagi jenis serat penyokong yang member kekuatan dan, terkadang, elastisitas bagi tubuh dan kerap kali menghubungkan satu jaringan dengn jringan yng lain (misalnya saja tendon yang melekatkan otot ketulang) (Fried, 2007). Jaringan ikat atau jaringan penyambung bertanggung jawab untuk memberikan dan mempertahankan bentuk tubuh. Karena mempunyai suatu fungi mekanis. Mereka terdiri dari suatumatriks yang berfungsi menghubungkan fan mengikat sel dan organ dan pada akhirnya memberikan sokongan kepada tubuh. Berbeda dengan jaringan lain (epitel, saraf dan otot). Jaringan penyambung terutama berfungsi melalui komponen ekstra selulernya (Adnan, 2010). Menurut Anonima (2010) berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua: a. Jaringan ikat longgar Ciri-ciri : sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf. Fungsinya untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf. b. Jaringan ikat padat Nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon. Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot. Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar tulang. Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh. Jaringan ikat selain neugelia hanya berasl dari mesoderm. Berbeda dengan jaringan epitel, dimana jaringan matriks ekstra selulernya sedikit. Pada jringan ikat, kecuali jaringan lemak ditandai dengan banyakny matriks ekstra sel melebihi sel-selnya. Matriks ekstra sel bervariasi, baik mengenai susunannya maupun sifat-sifat fisiknya. Adanya fariasi ini menjdi sebab terdapatnya perbedaan konsentrsi yang besar diantara bermacam-macam jaringan ikat. Pada darah matriksnya dalam bentuk cair, pada jaringan ikat jarng berupa sol, pada tulang rawan berupa gel keras dan pada tulang, padat dan bermineral (Adnan, 2010). Jaringan ikat yang paling banyak terdapat dalam tubuh vertebrata adalah jaringan ikat longgar (loose connective tissue). Jaringan ini mengikatkan epithelium dengan jaringan dibawahmyadan berfungsi sebagai bahan pengemas, yang menjaga agar organ tetap berada ditemptnya. Jenis jaringan ikat dinamai demikian karena serat-seratnyan tertenun lonngar. Jaringan ikat longgar memiliki ketiga jenis serat yang ada: berkolagen, serat elastic, dan retikuler (Campbel, 2000). Menurut Anonimb (2010) Jaringan ikat berdasarkan struktur dan fungsinya dibagi menjadi: a. Jaringan ikat longgar Bersifat elastis karena matriksnya mengandung serat kolagen, retikuler dan elastin. Berfungsi sebagai pembungkus organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian dari jaringan lainnya. b. Jaringan ikat padat Bersifat tidak elastis karena matriksnya tersusun atas serat kolagen yang berwarna putih dan padat sehingga cairannya berkurang.Berfungsi untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti pada katub jantung, kapsul persendian, fasia, tendon dan ligament. Dalam fungsinya untuk menahan berat cartilage dalam tulang tidak dapat membengkok, karena subtansi dasar yang mempunyai sifat fisikokimiawi khas yang mengndung serabut kolagen atau dengan serabut elastic. Karena serbut kolagen dan bersifat lentur, kekerasan dari kebanyakan cartilago tergantung pada proteoglikan yang molekul-molekulnya tampak berikatan lemah dengan serabut-serabut kolagen. Pada tempat-tempat yang membutuhkan unutk menopang beban dan menahan gaya tarikan, cartilogo mempunyai serabut kolagen melebihi serabut elastic, dan sebaliknya pada tempat-tempat yang membtuhkan sifat kelenturan jumlah serabut elastic melebihi serabut kolagen. Berbeda dengan jaringan pengikat lainnya, maka cartilago tidak memiliki pembuluh darah hanya melewati dalam perjalnanya ketempat lain. Dengn demikian untuk kepentingan nutrisinya, sifat koloidal dari subtansi dasarnya memegang peran sangat penting (Subowo, 2002). Jaringan adipose (adipose tissue) adalah bentuk khusus dari jaringan ikat longgar yang menyimpan lemak dalam sel-sel adipose yang tersebar diseluruh matriksnya. Jaringan adipose melapisi dan menginsulasi tubuh, serta menyimpan molekul-molekul bahan bakar. Setiap sel adipose mengandung suatu butiran lemak besar yang membengkak ketika lemak disimpan dan akan mengerut ketika tubuh menggunakan lemak itu sebagai bahan bakar. Factor keturunan, olahraga dan jumlah lemak yang kita makan dapat mempengaruhi jumlah lemak yang tersimpan dalam sel adipose kita. Terdapat juga beberapa bukti bahwa jumlah lemak yang kita simpan ketika kita masih bayi turut menentukan jumlah sel-sel lemak dalam jaringan ikat kita. Metabolism lemak sangat kompleks (Campbel, 2000). Tulang rawan berasal dari sel-sel mesenkim. Erubahn pertama yang dapat diamti adalah sel-sel mesenkim menjadi bulat dengan cara menarik juluran sitoplasmanya dan dengan cepat berfloriferasi membentuk kumpulan sel-sel yang rapat. Sel-sel yang didapat dari hasi diferensiasi langsung sel-sel mesenkim ini disebut kondroblas. Mempunyai sitoplasma basofilik yang banyk mengandung ribosom. Sintesis dan pengumpulan matriks menyebabkan kondroblas terpisah satu sama lian. Diferensiasi tulamg rawan terjadi dari bagian tengah keluar. Oleh sebab itu sel-sel yang terdapat ditengah memiliki cirri-ciri kondrosit, sedangkan bagian tepi merupakan kondroblas yang khas (Adnan, 2010). Jaringan tulang terdiri dari sel-sel tulang atau osteon yang tersimpan di dalam matriks, matriksnya terdiri dari zat perekat kolagen dan endapan garam-garam mineral terutama garam kalsium (kapur). Tulang merupakan komponen utama dari kerangka tubuh dan berperan untuk melindungi alat-alat tubuh dan tempat melekatnya otot kerangka (Anonima 2010).
Detail

jaringan epitel

Jaringan epithelium adalah jaringan yang melapisi suatu rongga (dalam) atau permukaan bebas (luar). Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang tersusun rapat sehingga tidak terdapat ruang antar sel. Lapisan sel epithelium bertumpu pada suatu membran dasar yang biasa disebut membrane basalis. Berdasarkan atas banyaknya lapisan sel yang menyusunnya maka epithelium dapat dibedakan menjadi: epithelium selapis (=berlapis tunggal) dan epithelium berlapis. Sedangkan atas dasar bentuk selnya maka sel epitel dapat dapat berbentuk: pipih (squamosa), kubus (kubolid) atau memnjang (kolumner). Sel-sel epitel dapat pula dilengkapi dengan rambut-rambut halus (silia = Rambut getar) pada permukaan distalnya. Beberapa sel epitel dapat juga mengalami modifikasi dan berfungsi sebagai kelenjar (glandul) atau berfungsi sensoris atau dapat pula untuk menyerap makanan (Machmudin, 2001). Jaringan epitelim (epithelial tissue) tedapat dalam wujud lapisan-lapisan sel yang terkemas dengan rapat. Jaringan tersebut melindungi bagian luar tubuh dan melapisi organ dan rongga didalam tubuh. Sel-sel epithelium menyatu denga erat, dengan sedikit bahn diantara sel-sel tersebut. Pada banyak epithelium, sel-sel tersebut dipatri menjadi satu olah junction (persambungan) ketat (tight junction). Pengemasan secara ketat ini memungkinkan epithelium berfungsi sebagi suatu rintangan yang melindungi sel dari kerusakan mekanis, serangan mikroorganisme yang menyusup masuk, dan kehilangan cairan. Permukaan bebas pada jaringan ini terpapar keudara atau cairan, sementara sel-sel yang berad dibagian dasar rintangan itu melekat kesuatu membrane basal (basement membrane), suatu lempengan matriksekstra seluler yang padat. Istilah membrane dalam pengertian ini tidak mengacu pada suatu bilayer fosolipid (phospolipid bilayer). Sepeti pada sebuah membrane plasma sebuah sel. Para ahli biologi sel menemukan bahwa membrane basal memiliki banyak fungsi yang berbeda, seperti membantu mengorganisasikan peristiwa-peristiwa yang berurutan dal metbolisme sel, menyaring buangan dari darah didalam ginjal, dan menyediakan jalur perpindahan sel-sel selama perkembangan (Campbell, 2000). Epitel dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tubuh. Jaringan ini juga membentuk kulit yang membungkus tubuh (Kimball, 1992). Jaringan epitel menjalankan berbagai fungsi. Dalam setiap kasus fungsi-fungsi ini mencerminkan kenyataan bahwa epitel selalu terdapt diperbatasan antara massa sel dan rongga atau ruang. Epithelium kulit melindungi jaringan dibawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi ultraviolet dan serangan bakteri (Kimball, 1992). Dua kriteri yang menjadi dasar pengelompokan epithelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuk sel-sel pada permukaan bebasnya. Epithelium sederhana (simple epithelium) terdiri dari lapisan sel tunggal, sementara epitel berlapis (stratified epithelium) terdiri dari sel-sel majemuk yang tersusun bertingkat. Epithelium berlapis semu (pseudostratified) sebenarnya berlapis tunggal, tetapi terlihat berlapis-lapis karena sel-sel itu memiliki panjang yang berbeda-beda. Bentuk sel-sel yang berbeda pada permukaan bebas epithelium itu dapat berupa kuboidal (seperti dadu), kolumnar (seperti bata yang dijejer berdiri), atau skua mosa (datar seperti tegel lantai) dari penggabungan cirriciri bentuk sel dan jumlah lapisan, kita mendapatkan istilah seperti epithelium kuboidal sederhana dan epithelium skuamosa berlapis (Campbell, 2000). Epitel juga berfungsi dalam mengangkut bahan-bahan dari dan kejaringan dan rongga yang dipisahkannya. Epitel kolumner pada saluran pencernaan mengeluarkan enzim-enzim cerna kedalam intestine dan juga menyerap produk akhir pencernaan makanan dari padanya. Semua kelenjar pencernaan pada tubuh dilapisi dengan epithelium. Epithelium juga melapisi tabung air dan rongga paru-paru (Kimball, 1992). Sel-sel epitel dapat pula dilengkapi dengan rambut-rambut halus (silia = rambut getat) pada permukaan distalnya. Beberapa sel epitel dapat juga mengalami modifikasi dan berfungsi sebagai kelenjar (glandula) atau berfungsi sebagai sensoris atau dapat pula umtuk menyerap makana (Nasir, 2000). Menurut Anonima (2009) Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi 1. Epitel Pipih a. Epitel pipih selapis Contoh: pada pembuluh darah, alveolus, pembuluh limfe, glomerulus ginjal. b. Epitel banyak lapis Contoh: pada kulit, rongga mulut, vagina. 2. Epitel Kubus a. Epitel kubus selapis Contoh: pada kelenjar tiroid, permukaan ovarium. b. Epitel kubus banyak lapis Contoh: pada saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit. 3. Epitel Silindris a. Epitel silindris selapis Contoh: pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran pernafasan bagian atas. b. Epitel silindris banyak lapis Contoh: pada saluran kelenjar ludah, uretra. c. Epitel silindris banyak lapis semu/epitel silindris bersilia Contoh: pada trakea, rongga hidung. 4. Epitel Transisional Merupakan bentuk epitel banyak lapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringannya menggelembung bentuknya berubah. Contoh: pada kandung kemih. Menurut anonimb (2009), Jaringan epitel dapat berasal dari: 1. Ektoderm. Misalnya epitel pada kulit. 2. Entoderm. Misalnya epitel pada saluran pencernaan. 3. Mesoderm. Misalnya epitel pada saluran kemih. Jaringan epitel kelenjar yaitu jaringan yang dibentuk oleh sel-sel terkhususkan dalam menghasilkan suatu sekret cair yamg komposisinya berbeda dengan komposisi darah dan cairan intra sel. Proses ini disertai dengan sintesis makromolekul intra sel. Senyawa-senyawa tersebut biasanya disimpan dalam bentuk butir-butir kecil yang disebut granula sekretori (Adnan, 2010).
Jaringan epithelium adalah jaringan yang melapisi suatu rongga (dalam) atau permukaan bebas (luar). Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang tersusun rapat sehingga tidak terdapat ruang antar sel. Lapisan sel epithelium bertumpu pada suatu membran dasar yang biasa disebut membrane basalis. Berdasarkan atas banyaknya lapisan sel yang menyusunnya maka epithelium dapat dibedakan menjadi: epithelium selapis (=berlapis tunggal) dan epithelium berlapis. Sedangkan atas dasar bentuk selnya maka sel epitel dapat dapat berbentuk: pipih (squamosa), kubus (kubolid) atau memnjang (kolumner). Sel-sel epitel dapat pula dilengkapi dengan rambut-rambut halus (silia = Rambut getar) pada permukaan distalnya. Beberapa sel epitel dapat juga mengalami modifikasi dan berfungsi sebagai kelenjar (glandul) atau berfungsi sensoris atau dapat pula untuk menyerap makanan (Machmudin, 2001). Jaringan epitelim (epithelial tissue) tedapat dalam wujud lapisan-lapisan sel yang terkemas dengan rapat. Jaringan tersebut melindungi bagian luar tubuh dan melapisi organ dan rongga didalam tubuh. Sel-sel epithelium menyatu denga erat, dengan sedikit bahn diantara sel-sel tersebut. Pada banyak epithelium, sel-sel tersebut dipatri menjadi satu olah junction (persambungan) ketat (tight junction). Pengemasan secara ketat ini memungkinkan epithelium berfungsi sebagi suatu rintangan yang melindungi sel dari kerusakan mekanis, serangan mikroorganisme yang menyusup masuk, dan kehilangan cairan. Permukaan bebas pada jaringan ini terpapar keudara atau cairan, sementara sel-sel yang berad dibagian dasar rintangan itu melekat kesuatu membrane basal (basement membrane), suatu lempengan matriksekstra seluler yang padat. Istilah membrane dalam pengertian ini tidak mengacu pada suatu bilayer fosolipid (phospolipid bilayer). Sepeti pada sebuah membrane plasma sebuah sel. Para ahli biologi sel menemukan bahwa membrane basal memiliki banyak fungsi yang berbeda, seperti membantu mengorganisasikan peristiwa-peristiwa yang berurutan dal metbolisme sel, menyaring buangan dari darah didalam ginjal, dan menyediakan jalur perpindahan sel-sel selama perkembangan (Campbell, 2000). Epitel dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tubuh. Jaringan ini juga membentuk kulit yang membungkus tubuh (Kimball, 1992). Jaringan epitel menjalankan berbagai fungsi. Dalam setiap kasus fungsi-fungsi ini mencerminkan kenyataan bahwa epitel selalu terdapt diperbatasan antara massa sel dan rongga atau ruang. Epithelium kulit melindungi jaringan dibawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi ultraviolet dan serangan bakteri (Kimball, 1992). Dua kriteri yang menjadi dasar pengelompokan epithelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuk sel-sel pada permukaan bebasnya. Epithelium sederhana (simple epithelium) terdiri dari lapisan sel tunggal, sementara epitel berlapis (stratified epithelium) terdiri dari sel-sel majemuk yang tersusun bertingkat. Epithelium berlapis semu (pseudostratified) sebenarnya berlapis tunggal, tetapi terlihat berlapis-lapis karena sel-sel itu memiliki panjang yang berbeda-beda. Bentuk sel-sel yang berbeda pada permukaan bebas epithelium itu dapat berupa kuboidal (seperti dadu), kolumnar (seperti bata yang dijejer berdiri), atau skua mosa (datar seperti tegel lantai) dari penggabungan cirriciri bentuk sel dan jumlah lapisan, kita mendapatkan istilah seperti epithelium kuboidal sederhana dan epithelium skuamosa berlapis (Campbell, 2000). Epitel juga berfungsi dalam mengangkut bahan-bahan dari dan kejaringan dan rongga yang dipisahkannya. Epitel kolumner pada saluran pencernaan mengeluarkan enzim-enzim cerna kedalam intestine dan juga menyerap produk akhir pencernaan makanan dari padanya. Semua kelenjar pencernaan pada tubuh dilapisi dengan epithelium. Epithelium juga melapisi tabung air dan rongga paru-paru (Kimball, 1992). Sel-sel epitel dapat pula dilengkapi dengan rambut-rambut halus (silia = rambut getat) pada permukaan distalnya. Beberapa sel epitel dapat juga mengalami modifikasi dan berfungsi sebagai kelenjar (glandula) atau berfungsi sebagai sensoris atau dapat pula umtuk menyerap makana (Nasir, 2000). Menurut Anonima (2009) Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi 1. Epitel Pipih a. Epitel pipih selapis Contoh: pada pembuluh darah, alveolus, pembuluh limfe, glomerulus ginjal. b. Epitel banyak lapis Contoh: pada kulit, rongga mulut, vagina. 2. Epitel Kubus a. Epitel kubus selapis Contoh: pada kelenjar tiroid, permukaan ovarium. b. Epitel kubus banyak lapis Contoh: pada saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit. 3. Epitel Silindris a. Epitel silindris selapis Contoh: pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran pernafasan bagian atas. b. Epitel silindris banyak lapis Contoh: pada saluran kelenjar ludah, uretra. c. Epitel silindris banyak lapis semu/epitel silindris bersilia Contoh: pada trakea, rongga hidung. 4. Epitel Transisional Merupakan bentuk epitel banyak lapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringannya menggelembung bentuknya berubah. Contoh: pada kandung kemih. Menurut anonimb (2009), Jaringan epitel dapat berasal dari: 1. Ektoderm. Misalnya epitel pada kulit. 2. Entoderm. Misalnya epitel pada saluran pencernaan. 3. Mesoderm. Misalnya epitel pada saluran kemih. Jaringan epitel kelenjar yaitu jaringan yang dibentuk oleh sel-sel terkhususkan dalam menghasilkan suatu sekret cair yamg komposisinya berbeda dengan komposisi darah dan cairan intra sel. Proses ini disertai dengan sintesis makromolekul intra sel. Senyawa-senyawa tersebut biasanya disimpan dalam bentuk butir-butir kecil yang disebut granula sekretori (Adnan, 2010).
Detail

siklus reproduksi

dalam siklus ekstrus terdapat perubahan-perubahan yang terjadi pada uterus selama siklus ekstrus. Disebut siklus uterus yakni selama pertumbuhan folikel ovaria terjadi juga pertumbuhan dan perubahan dalam endometrium. Selama periopde perkembangan korpus luteum, emdometrium menyesuikan diri untuk menerima kehamilan. Kalo sel telur tidak dibuahi maka endometrium kembali ke keadaan semula bersamaan dengan berdegenerasinya korpus luteum (Syahrum, 1994).
Epitel pada vagina juga mengalami siklus yang disebut siklus vagina. Dengan mempelajari sediaan apus vagina kita dapat mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada dinding vagina, sehingga stadium siklus dapat ditentukan dengan tepat. Tes ini penting untuk pekerjaan eksperimental, sebab tidak semua binatang memperlihatkan tanda-tanda estrus yang jelas seperti pada babi, misalnya yang terliht gelisah atau pada anjing dengan membengkaknya alat genetalnya (Syahrum, 1994).
Proestrus ialah periode pertumbuhan folikel dan dihasilkannya banyak estrogen.
dalam siklus ekstrus terdapat perubahan-perubahan yang terjadi pada uterus selama siklus ekstrus. Disebut siklus uterus yakni selama pertumbuhan folikel ovaria terjadi juga pertumbuhan dan perubahan dalam endometrium. Selama periopde perkembangan korpus luteum, emdometrium menyesuikan diri untuk menerima kehamilan. Kalo sel telur tidak dibuahi maka endometrium kembali ke keadaan semula bersamaan dengan berdegenerasinya korpus luteum (Syahrum, 1994).
Epitel pada vagina juga mengalami siklus yang disebut siklus vagina. Dengan mempelajari sediaan apus vagina kita dapat mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada dinding vagina, sehingga stadium siklus dapat ditentukan dengan tepat. Tes ini penting untuk pekerjaan eksperimental, sebab tidak semua binatang memperlihatkan tanda-tanda estrus yang jelas seperti pada babi, misalnya yang terliht gelisah atau pada anjing dengan membengkaknya alat genetalnya (Syahrum, 1994).
Proestrus ialah periode pertumbuhan folikel dan dihasilkannya banyak estrogen.
Detail

Mengapa langit biru


Saat cuaca cerah di siang hari, kita akan lihat langit berwarna biru. Namun pada sore hari, langit akan berwarna kuning kemerahan. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui penyebabnya.
Penyebab warna langit ternyata tidak lepas dari pengaruh atmosfir bumi kita ini. Molekul-molekul gas seperti  nitrogen, oksigen, argon dan uap air menyebabkan cahaya matahari yang terdiri dari variasi panjang geleombang terabsorbsi. Cahaya yang terabsorbsi ini akan teradiasikan sehingga menghasilkan spektrum warna. Walaupun seluruh panjang gelombang dari cahaya matahari ini terabsorsi, namun warna biru yang memiliki panjang gelombang yang rendah akan terabsorsi lebih banyak dibandingkan warna merah sehingga warna biru ini dominan terlihat oleh mata. Proses ini dinamakanRayleigh scattering.
Rayleigh menjelaskan bahwa cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih kecil akan memiliki intensitas perpendaran yang lebih besar. Karena warna biru memiliki penjang gelombang yang kecil sehingga warna biru akan dominan di langit. Selain itu, perpendaran warna ini juga dipengaruhi oleh jarak sumber cahaya dengan pengamat sehingga pada saat sunset, jarak sumber cahaya akan lebih jauh dan menyebabkan perpendaran efek Rayleigh scattering oleh warna biru ini berkurang. Proses ini dapat terlihat jelas saat matahari terbenam, dimana warna merah akan dominan di garis horizon.


Saat cuaca cerah di siang hari, kita akan lihat langit berwarna biru. Namun pada sore hari, langit akan berwarna kuning kemerahan. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui penyebabnya.
Penyebab warna langit ternyata tidak lepas dari pengaruh atmosfir bumi kita ini. Molekul-molekul gas seperti  nitrogen, oksigen, argon dan uap air menyebabkan cahaya matahari yang terdiri dari variasi panjang geleombang terabsorbsi. Cahaya yang terabsorbsi ini akan teradiasikan sehingga menghasilkan spektrum warna. Walaupun seluruh panjang gelombang dari cahaya matahari ini terabsorsi, namun warna biru yang memiliki panjang gelombang yang rendah akan terabsorsi lebih banyak dibandingkan warna merah sehingga warna biru ini dominan terlihat oleh mata. Proses ini dinamakanRayleigh scattering.
Rayleigh menjelaskan bahwa cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih kecil akan memiliki intensitas perpendaran yang lebih besar. Karena warna biru memiliki penjang gelombang yang kecil sehingga warna biru akan dominan di langit. Selain itu, perpendaran warna ini juga dipengaruhi oleh jarak sumber cahaya dengan pengamat sehingga pada saat sunset, jarak sumber cahaya akan lebih jauh dan menyebabkan perpendaran efek Rayleigh scattering oleh warna biru ini berkurang. Proses ini dapat terlihat jelas saat matahari terbenam, dimana warna merah akan dominan di garis horizon.

Detail

Sharing

Kami sedang berpikir, materi apa(dlm ruag ligkup BIOLOGI) yg akan sdikit kami bahas pada blog kami,,, untuk itu kami meminta saran dari teman-teman skalian untuk memberi saran yang bisa kwan tulis pada komentar dibawah tulisan ini.. Saran yang msuk "amin" akan kami sortir mengingat ilmu kani yg tdk seberapa dan kani tdk mlayani hal2 yg berbau ----- (kmi yakin tman mengerti) dan dpat digunakan sbagai alat kecurangan.., mkasih sx untuk partisipasi kwan2.,.,. sdikit lagi kami menyarankan beberapa situs dari dosen2 kami yg kami ktahui yang didalamnya tentu berisi materi plajaran biologi yang sngat luar biasa, tman2 mahasiswa biologi bisa klik disini, disini, atau disini. ketiganya akan membawa anda kesitus berbeda... kalau kami mndapat alamat yg baru sebagai bhan blajar kita, akan kami cantumkan,, tman2 mahasiswa UNM, anda bisa memilih banyak blog di situs Universitas Negeri Makassar. Smoga sukses untuk kita dan mereka orang-orang yang berdedikasi dalam blog mereka dlm ilmu biologi yang telah banyak membantu kita AMIN.
Kami sedang berpikir, materi apa(dlm ruag ligkup BIOLOGI) yg akan sdikit kami bahas pada blog kami,,, untuk itu kami meminta saran dari teman-teman skalian untuk memberi saran yang bisa kwan tulis pada komentar dibawah tulisan ini.. Saran yang msuk "amin" akan kami sortir mengingat ilmu kani yg tdk seberapa dan kani tdk mlayani hal2 yg berbau ----- (kmi yakin tman mengerti) dan dpat digunakan sbagai alat kecurangan.., mkasih sx untuk partisipasi kwan2.,.,. sdikit lagi kami menyarankan beberapa situs dari dosen2 kami yg kami ktahui yang didalamnya tentu berisi materi plajaran biologi yang sngat luar biasa, tman2 mahasiswa biologi bisa klik disini, disini, atau disini. ketiganya akan membawa anda kesitus berbeda... kalau kami mndapat alamat yg baru sebagai bhan blajar kita, akan kami cantumkan,, tman2 mahasiswa UNM, anda bisa memilih banyak blog di situs Universitas Negeri Makassar. Smoga sukses untuk kita dan mereka orang-orang yang berdedikasi dalam blog mereka dlm ilmu biologi yang telah banyak membantu kita AMIN.
Detail

Powerpoint Nematoda

Nematoda (dari bahasa Yunani νῆμα (nema): "benang" + -ώδη -ode "seperti") adalah sebuah filum. Filum ini merupakan salah satu filum yang beranggotakan terbanyak (sekitar 80.000 spesies, 15.000 diantaranya merupakan parasit). Contohnya adalah cacing tambang.
berbicara tentang nematoda,, saya harus membuat Powerpoint untuk nematoda ini,, z searc di gooole g da powerpoint yang sesuai keinginan saya jadi z mending z upload aja file persentasi yang telah z buat sendiri.. smoga bermanfaat untuk kawan2 n terutama z kalau nanti dah jadi guru AMIN.. so silahkan klik Powerpoint Nematoda untuk mendownload
Nematoda (dari bahasa Yunani νῆμα (nema): "benang" + -ώδη -ode "seperti") adalah sebuah filum. Filum ini merupakan salah satu filum yang beranggotakan terbanyak (sekitar 80.000 spesies, 15.000 diantaranya merupakan parasit). Contohnya adalah cacing tambang.
berbicara tentang nematoda,, saya harus membuat Powerpoint untuk nematoda ini,, z searc di gooole g da powerpoint yang sesuai keinginan saya jadi z mending z upload aja file persentasi yang telah z buat sendiri.. smoga bermanfaat untuk kawan2 n terutama z kalau nanti dah jadi guru AMIN.. so silahkan klik Powerpoint Nematoda untuk mendownload
Detail

Download Nama latin Tumbuhan

Nma latin tidak pernah lepas dari dunia BIOLOGI, sperti dua sisi uang kertas yang kalaw di pisah bisa sobek. Jumlah nama latin sesuai dengan jumlah makhluk hidup yang elah teridentifikasi.. dalam dunia tumbuhan misalnya ada:
Vitaceae (Anggur-angguran)::Vitis vinivera (Anggur)
Sapindaccae (Rambut-rambutan)::Litchi chinensis (Leci),Nephelium lappaceum (Rambutan)
Burceraceae (Kenari-kenarian)::Canarium vulgare (Kenari)
Anacardiaceae (Mangga-manggaan)::Anacardium occidentale(Jambu monyet),Mangifera indica(Mangga)
Kali ini kami akan mencantumkan 200 nama latin tumbuhan beserta spesiesnya dalam format baru,, tman2 dapat mendownload dan mempelajarinya sebagai kenang-kenangan dari kami.. Slamat belajar kawan2 smoga SUKSES UNTUK KITA SEMUA.. Klik NAMA LATIN TUMBUHAN BY NAWIR untuk mendownload
Nma latin tidak pernah lepas dari dunia BIOLOGI, sperti dua sisi uang kertas yang kalaw di pisah bisa sobek. Jumlah nama latin sesuai dengan jumlah makhluk hidup yang elah teridentifikasi.. dalam dunia tumbuhan misalnya ada:
Vitaceae (Anggur-angguran)::Vitis vinivera (Anggur)
Sapindaccae (Rambut-rambutan)::Litchi chinensis (Leci),Nephelium lappaceum (Rambutan)
Burceraceae (Kenari-kenarian)::Canarium vulgare (Kenari)
Anacardiaceae (Mangga-manggaan)::Anacardium occidentale(Jambu monyet),Mangifera indica(Mangga)
Kali ini kami akan mencantumkan 200 nama latin tumbuhan beserta spesiesnya dalam format baru,, tman2 dapat mendownload dan mempelajarinya sebagai kenang-kenangan dari kami.. Slamat belajar kawan2 smoga SUKSES UNTUK KITA SEMUA.. Klik NAMA LATIN TUMBUHAN BY NAWIR untuk mendownload
Detail

Sistem saraf (nervous)

Manusia adalah makhluk yang palig sempurna dibumi "dengan segala kekurangannya". mugkin ada yang sdikit bingung dngan kata2 sya,, manusia mnjadi smpurna karna otaknya dan bx kekurangan juga krna otaknya.. loh kok otak??? ya ialah,,, manusia menggunakan otaknya untuk bkerja karena otak adalah sistem saraf pusat.. saya tertarik membahas sedikit tentang saraf pusat ini yang penjelasannya kita dapat baca disini
Manusia adalah makhluk yang palig sempurna dibumi "dengan segala kekurangannya". mugkin ada yang sdikit bingung dngan kata2 sya,, manusia mnjadi smpurna karna otaknya dan bx kekurangan juga krna otaknya.. loh kok otak??? ya ialah,,, manusia menggunakan otaknya untuk bkerja karena otak adalah sistem saraf pusat.. saya tertarik membahas sedikit tentang saraf pusat ini yang penjelasannya kita dapat baca disini
Detail

makalah listrik dan optik

BAB I
LISTRIK

Listrik merupakan bagian yang sangat erat kaitannya saat ini dengan manusia. Dimana kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Dimana listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya. Selain into listrik juga dapat diartikan sebagai sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

BAB I
LISTRIK

Listrik merupakan bagian yang sangat erat kaitannya saat ini dengan manusia. Dimana kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Dimana listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya. Selain into listrik juga dapat diartikan sebagai sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.

Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BIOpedia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger