Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Ilmu sekitar (bio). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu sekitar (bio). Tampilkan semua postingan

mempertajam daya ingat

Daya ingat identik dengan faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang, semakin menurun daya ingatnya. Namun, banyak cara bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan daya ingat kita.

  1. Senam Otak Otak semacam otot yang perlu dilatih secara berkala. Caranya, buat tantangan atau tebak-tebakkan untuk diri sendiri yang dapat mengasah ingatan. Misalnya, menyebut judul lagu-lagu lama, mengingat bait puisi saat kecil, atau sebut 10 barang yang ada di kulkas.
  2.  Makanan Bukan hanya minyak ikan yang dapat mempertajam daya ingat, tetapi juga bahan makanan berwarna merah dan ungu seperti blueberry, buah bit, dan bawang merah. Bahan makanan kaya asam folat seperti brokoli, pisang, dan kacang polong juga bermanfaat menjaga kesehatan otak
  3. Air Putih Fakta menunjukkan bahwa seluruh fungsi organ tubuh akan berjalan dengan baik ketika mendapat asupan air yang cukup. Tak terkecuali fungsi otak. Biasakan minum 6-8 gelas air putih sehari.
Daya ingat identik dengan faktor usia. Semakin lanjut usia seseorang, semakin menurun daya ingatnya. Namun, banyak cara bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan daya ingat kita.

  1. Senam Otak Otak semacam otot yang perlu dilatih secara berkala. Caranya, buat tantangan atau tebak-tebakkan untuk diri sendiri yang dapat mengasah ingatan. Misalnya, menyebut judul lagu-lagu lama, mengingat bait puisi saat kecil, atau sebut 10 barang yang ada di kulkas.
  2.  Makanan Bukan hanya minyak ikan yang dapat mempertajam daya ingat, tetapi juga bahan makanan berwarna merah dan ungu seperti blueberry, buah bit, dan bawang merah. Bahan makanan kaya asam folat seperti brokoli, pisang, dan kacang polong juga bermanfaat menjaga kesehatan otak
  3. Air Putih Fakta menunjukkan bahwa seluruh fungsi organ tubuh akan berjalan dengan baik ketika mendapat asupan air yang cukup. Tak terkecuali fungsi otak. Biasakan minum 6-8 gelas air putih sehari.
Detail

Hati-hati pakai cotton bud

Habis mandi, keringkan badan pake handuk bersih, trus potong kuku, biar tangan bersih, jangan lupa berihkan lubang telinga dengan cotton bud biar bersih juga, eit, untuk yang terakhir, nanti dulu! Baca penjelasan berikut supaya kamu tidak salah kaprah dalam membersihkan saluran telinga.
Telinga kita memiliki saluran luar (canal auditori eksterna) dengan bentuk sedemikian rupa, ternyata itu ada maksudnya, yaitu untuk bisa secara otomatis membuang kotoran telinga. Menurut medicastore, Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana. Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur.
Infeksi pada saluran telinga ini disebut sebagai OTITIS. Infeksi ini dapat menyerang seluruh saluran (otitis eksterna generalis) atau hanya menyerang daerah tertentu sebagai bisul (furunkel). Otitis eksterna seringkali disebut swimming ear (jawa: kopoken).
Sejumlah bakteri dan bahkan beberapa jamur, dapat menyebabkan otitis eksterna generalisata; sedangkan bateri stafilokokus biasanya menyebabkan bisul. Beberapa orang delam kondisi tertentu sangatt rawan terkena otitis eksterna, misalnya penderita alergi, psoriasis, eksim atau dermatitis kulit kepala. Selain karena penumpukan kotoran tadi, otitis eksterna juga bisa disebabkan oleh cedera atau kemasukan air atau bahan iritan, seperti spray dan cat rambut.
Gejala-gejala dari otitis eksterna generalisata adalah gatal-gatal, nyeri dan keluarnya cairan berbau busuk. Jika saluran telinga membengkak atau terisi oleh nanah dan sel-sel kulit yang mati, maka bisa terjadi gangguan pendengaran. Biasanya jika daun telinga ditarik atau kulit didepan saluran telinga ditekan, akan timbul nyeri.
Sedangkan furunkel atau bisul mengakibatkan rasa nyeri yang amat, jika bisulnya pecah akan keluar nanah dan darah dari telinga. Hiii mau bersih malah ngeri, so stop pake cooton bud untuk bersiin telinga.
Lalu bagaimana pengobatannya?
Masih menurut medicastrore, u ntuk mengobati otitis eksterna generalisata, pertama-tama dilakukan pembuangan sel-sel kulit mati yang terinfeksi dari saluran telinga dengan alat penghisap atau kapas kering. Setelah saluran telinga diersihkan, fungsi pendengaran biasanya kembali normal. Biasanya diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik selama bebarapa hari. Beberapa tetes teling ada yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan. Kadang diberikan obat tetes telinga yang mengandung asam asetat untuk mengembalikan keasaman pada saluran telinga. Untuk mengurangi nyeri pada 24-48 jam pertama bisa diberikan acetaminophen atau codein. Infeksi yang sudah menyebar keluar saluran telinga (selulitis) diobati dengan antibiotik per-oral (melalui mulut).
Bisul dibiarkan pecah dengan sendirinya karena jika sengaja disayat bisa menyebabkan penyebaran infeksi. Obat tetes telinga yang mengandung antibiotik tidak efektif. Untuk meringankan nyeri dan mempercepat penyembuhan bisa dilakukan pengompresan hangat (sebentar saja) dan pemberian obat pereda nyeri.
dikutip dari http://iqbalali.com
Habis mandi, keringkan badan pake handuk bersih, trus potong kuku, biar tangan bersih, jangan lupa berihkan lubang telinga dengan cotton bud biar bersih juga, eit, untuk yang terakhir, nanti dulu! Baca penjelasan berikut supaya kamu tidak salah kaprah dalam membersihkan saluran telinga.
Telinga kita memiliki saluran luar (canal auditori eksterna) dengan bentuk sedemikian rupa, ternyata itu ada maksudnya, yaitu untuk bisa secara otomatis membuang kotoran telinga. Menurut medicastore, Membersihkan saluran telinga dengan cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana. Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur.
Infeksi pada saluran telinga ini disebut sebagai OTITIS. Infeksi ini dapat menyerang seluruh saluran (otitis eksterna generalis) atau hanya menyerang daerah tertentu sebagai bisul (furunkel). Otitis eksterna seringkali disebut swimming ear (jawa: kopoken).
Sejumlah bakteri dan bahkan beberapa jamur, dapat menyebabkan otitis eksterna generalisata; sedangkan bateri stafilokokus biasanya menyebabkan bisul. Beberapa orang delam kondisi tertentu sangatt rawan terkena otitis eksterna, misalnya penderita alergi, psoriasis, eksim atau dermatitis kulit kepala. Selain karena penumpukan kotoran tadi, otitis eksterna juga bisa disebabkan oleh cedera atau kemasukan air atau bahan iritan, seperti spray dan cat rambut.
Gejala-gejala dari otitis eksterna generalisata adalah gatal-gatal, nyeri dan keluarnya cairan berbau busuk. Jika saluran telinga membengkak atau terisi oleh nanah dan sel-sel kulit yang mati, maka bisa terjadi gangguan pendengaran. Biasanya jika daun telinga ditarik atau kulit didepan saluran telinga ditekan, akan timbul nyeri.
Sedangkan furunkel atau bisul mengakibatkan rasa nyeri yang amat, jika bisulnya pecah akan keluar nanah dan darah dari telinga. Hiii mau bersih malah ngeri, so stop pake cooton bud untuk bersiin telinga.
Lalu bagaimana pengobatannya?
Masih menurut medicastrore, u ntuk mengobati otitis eksterna generalisata, pertama-tama dilakukan pembuangan sel-sel kulit mati yang terinfeksi dari saluran telinga dengan alat penghisap atau kapas kering. Setelah saluran telinga diersihkan, fungsi pendengaran biasanya kembali normal. Biasanya diberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik selama bebarapa hari. Beberapa tetes teling ada yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan. Kadang diberikan obat tetes telinga yang mengandung asam asetat untuk mengembalikan keasaman pada saluran telinga. Untuk mengurangi nyeri pada 24-48 jam pertama bisa diberikan acetaminophen atau codein. Infeksi yang sudah menyebar keluar saluran telinga (selulitis) diobati dengan antibiotik per-oral (melalui mulut).
Bisul dibiarkan pecah dengan sendirinya karena jika sengaja disayat bisa menyebabkan penyebaran infeksi. Obat tetes telinga yang mengandung antibiotik tidak efektif. Untuk meringankan nyeri dan mempercepat penyembuhan bisa dilakukan pengompresan hangat (sebentar saja) dan pemberian obat pereda nyeri.
dikutip dari http://iqbalali.com
Detail

Polusi Udara

Polusi adalah kontaminasi lingkungan hidup oleh kegiatan manusia yang dapat menyebabkan ketidak-nyamanan bagi kehidupan manusia dan lingkungan hidup disekitarnya atau mengakibatkan rusaknya lingkungan. Polusi dapat berupa bahan kimia atau energi, misalnya kebisingan, panas atau cahaya. Polutan (bahan polusi) secara alami dapat terbentuk di lingkungan sehari-hari, namun baru dikatan contaminan ketika bahan tersebut telah memberikan dampak bagi keseimbangan lingkungan.
Dalam menejemen lingkungan, dikenal istilah ‘pengendalian polusi’, yang berarti pengendalian bahan-bahan polutan yang di keluarkan atau dialirkan ke udara, air dan tanah. Tanpa sistem pengendalian tersebut, sisa-sisa produk yang digunakan manusia, sisa produksi industry, aktivitas pertanian, pertambangan, transportasi dan sumber-sumber lainnya akan terakumulasi dan berakibat pada turunnya kualitas lingkungan hidup umat manusia. Pada dasarnya, tindakan preventif dan peminimalan sampah adalah langkah yang lebih tepat daripada pengendalian polutan, bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati?!.
Bentuk utama dari polusi dapat dilihat di daftar polusi dan partikel polutan yang menyebabkannya, salah satu contohnya adalah polusi udara. Polusi udara adalah perubahan karakteristik alami atmosfer yang disebabkan oleh bahan kimia, zat-zat tertentu atau agen biologi. Di dalam atmosfer sangat kompleks, di sana terdapat sistem dinamis gas-gas yang menyokong keberlangsungan kehidupan di planet bumi. Berlubangnya ozon yang terdapat dilapisan stratosfer telah diketahui bahwa disebabkan oleh pencemaran udara, keadaan ini mengancam kesehatan umat manusia termasuk juga keberlangsungan ekosistem-ekosistem yang ada di muka bumi.
Sampai saat ini, polusi udara yang terjadi di seluruh dunia, bertanggung jawab atas kematian dalam jumlah yang sangat banyak dan juga kasus-kasus gangguan pernapasan. Ada banyak sekali sumber pencemaran udara, sumber emisi yang paling besar adalah dari pengoperasian mesin, utamanya mesin kendaraan bermotor. Gas-gas seperti karbon dioksidatelah diidentifikasi sebagai polutan oleh para ilmuan iklim, gas ini juga gas utama yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Meskipun karbon dioksida juga sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis, namun kadar yang berlebihan dapat membahayakan ekosistem di muka bumi.
Terdapat banyak substansi di udara yang mungkin dapat berakibat terganggunya kesehatan tumbuhan dan hewan, termasuk manusia, atau dapat mengurangi jarak pandang. Substansi-substansi tersebut timbul baik secara alami maupun karena aktiftas manusia. Substansi yang ditemukan secara tidak alami atau dalam jumlh yang lebih besar dari biasanya atau di temukan di tempat yang tidak semestinya dapat dikatagorikan sebagai polutan. Polutan dapat digolongkan menjadi polutan promer dan polutan sekunder. Polutan primer adalh substansi yang scerasa langsung dihasilkan dari suatu proses, misalnya erupsi vulkanik gunung berapi, atau karbon monoksida yang dikeluarkan oleh mesin motor yang telah using. Sedangkan polutan sekunder tidak diasilkan secara langsung, poutan sekunder ini terbentuk di udara ketika polutan primer bereaksi dengan zat lain atau ketika polutan primer memisah menjad komponen-komponen lain di udara. Contoh penting dari polutan sekunder adalah berlubangnya ozon, akibat reaksi ozon dengan polutan CFC, sehingga lapisan ozon tersebut menjadi berlubang, contoh lainnya adalah kabut asam.
Polusi udara selalu terkonsentrasi pada daerah metropolitan dengan penduduk yang padat, khusunya pada Negara berkembang dimana belum diterapkan regulasin tentang kualitas lingkungan. Bagaimanapun, daerah-daerah berpenduduk padat di Negara berkembang memiliki kualitas udara yang buruk bagi kesehatan. Teknologi dasar yang digunakan untuk menganalisis polusi udara, menggunakan berbagi model matematika guna memprediksi perpindahan polutan udara pada lapisan bawah atmosfer.
Efek rumah kaca adalah sebuah fenomena dimana gas rumah kaca menyebabkan terperangkapnya panas di antara permukaan tanah dan troposfer, hal ini mengakibatkan peningkatan suhu pada permukaan bumi dan udara di troposfer. Terdapat banyak campuran gasa yang menyokong terjadinya efek rumah kaca, gas penyusun udara terbesar di muka bumi berasal dari penguapan air. Gas rumah kaca yang lain meliputi metana, hidruflorokarbon, perflorokarbon, cloroflorokarbon, NOx, dan Ozon. Kebanyakan gas rumah kaca menandung karbon dan beberapa diantaranya berasal dari bahan bakar fosil.
Efek dari fenomena rumah kaca ini telah diketahui oleh para ilmuan semenjak sekitar seabad yang lalu, dan perkembangan teknologi telah membantu dalam meningkatkan kedalaman dan kelengkapan data tetang fenomena ini. Akhir-akhir ini para ilmuan sedang mempelajari pola perubahan komposisi gas rumah kaca baik dari prose salami ataupun yang diakibatkan oleh ulah manusia dal kaitannya dengan perubahan iklim.
dikutip dari http://iqbalali.com
Polusi adalah kontaminasi lingkungan hidup oleh kegiatan manusia yang dapat menyebabkan ketidak-nyamanan bagi kehidupan manusia dan lingkungan hidup disekitarnya atau mengakibatkan rusaknya lingkungan. Polusi dapat berupa bahan kimia atau energi, misalnya kebisingan, panas atau cahaya. Polutan (bahan polusi) secara alami dapat terbentuk di lingkungan sehari-hari, namun baru dikatan contaminan ketika bahan tersebut telah memberikan dampak bagi keseimbangan lingkungan.
Dalam menejemen lingkungan, dikenal istilah ‘pengendalian polusi’, yang berarti pengendalian bahan-bahan polutan yang di keluarkan atau dialirkan ke udara, air dan tanah. Tanpa sistem pengendalian tersebut, sisa-sisa produk yang digunakan manusia, sisa produksi industry, aktivitas pertanian, pertambangan, transportasi dan sumber-sumber lainnya akan terakumulasi dan berakibat pada turunnya kualitas lingkungan hidup umat manusia. Pada dasarnya, tindakan preventif dan peminimalan sampah adalah langkah yang lebih tepat daripada pengendalian polutan, bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati?!.
Bentuk utama dari polusi dapat dilihat di daftar polusi dan partikel polutan yang menyebabkannya, salah satu contohnya adalah polusi udara. Polusi udara adalah perubahan karakteristik alami atmosfer yang disebabkan oleh bahan kimia, zat-zat tertentu atau agen biologi. Di dalam atmosfer sangat kompleks, di sana terdapat sistem dinamis gas-gas yang menyokong keberlangsungan kehidupan di planet bumi. Berlubangnya ozon yang terdapat dilapisan stratosfer telah diketahui bahwa disebabkan oleh pencemaran udara, keadaan ini mengancam kesehatan umat manusia termasuk juga keberlangsungan ekosistem-ekosistem yang ada di muka bumi.
Sampai saat ini, polusi udara yang terjadi di seluruh dunia, bertanggung jawab atas kematian dalam jumlah yang sangat banyak dan juga kasus-kasus gangguan pernapasan. Ada banyak sekali sumber pencemaran udara, sumber emisi yang paling besar adalah dari pengoperasian mesin, utamanya mesin kendaraan bermotor. Gas-gas seperti karbon dioksidatelah diidentifikasi sebagai polutan oleh para ilmuan iklim, gas ini juga gas utama yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Meskipun karbon dioksida juga sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis, namun kadar yang berlebihan dapat membahayakan ekosistem di muka bumi.
Terdapat banyak substansi di udara yang mungkin dapat berakibat terganggunya kesehatan tumbuhan dan hewan, termasuk manusia, atau dapat mengurangi jarak pandang. Substansi-substansi tersebut timbul baik secara alami maupun karena aktiftas manusia. Substansi yang ditemukan secara tidak alami atau dalam jumlh yang lebih besar dari biasanya atau di temukan di tempat yang tidak semestinya dapat dikatagorikan sebagai polutan. Polutan dapat digolongkan menjadi polutan promer dan polutan sekunder. Polutan primer adalh substansi yang scerasa langsung dihasilkan dari suatu proses, misalnya erupsi vulkanik gunung berapi, atau karbon monoksida yang dikeluarkan oleh mesin motor yang telah using. Sedangkan polutan sekunder tidak diasilkan secara langsung, poutan sekunder ini terbentuk di udara ketika polutan primer bereaksi dengan zat lain atau ketika polutan primer memisah menjad komponen-komponen lain di udara. Contoh penting dari polutan sekunder adalah berlubangnya ozon, akibat reaksi ozon dengan polutan CFC, sehingga lapisan ozon tersebut menjadi berlubang, contoh lainnya adalah kabut asam.
Polusi udara selalu terkonsentrasi pada daerah metropolitan dengan penduduk yang padat, khusunya pada Negara berkembang dimana belum diterapkan regulasin tentang kualitas lingkungan. Bagaimanapun, daerah-daerah berpenduduk padat di Negara berkembang memiliki kualitas udara yang buruk bagi kesehatan. Teknologi dasar yang digunakan untuk menganalisis polusi udara, menggunakan berbagi model matematika guna memprediksi perpindahan polutan udara pada lapisan bawah atmosfer.
Efek rumah kaca adalah sebuah fenomena dimana gas rumah kaca menyebabkan terperangkapnya panas di antara permukaan tanah dan troposfer, hal ini mengakibatkan peningkatan suhu pada permukaan bumi dan udara di troposfer. Terdapat banyak campuran gasa yang menyokong terjadinya efek rumah kaca, gas penyusun udara terbesar di muka bumi berasal dari penguapan air. Gas rumah kaca yang lain meliputi metana, hidruflorokarbon, perflorokarbon, cloroflorokarbon, NOx, dan Ozon. Kebanyakan gas rumah kaca menandung karbon dan beberapa diantaranya berasal dari bahan bakar fosil.
Efek dari fenomena rumah kaca ini telah diketahui oleh para ilmuan semenjak sekitar seabad yang lalu, dan perkembangan teknologi telah membantu dalam meningkatkan kedalaman dan kelengkapan data tetang fenomena ini. Akhir-akhir ini para ilmuan sedang mempelajari pola perubahan komposisi gas rumah kaca baik dari prose salami ataupun yang diakibatkan oleh ulah manusia dal kaitannya dengan perubahan iklim.
dikutip dari http://iqbalali.com
Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BIOpedia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger